Rabu, 29 Februari 2012

Bendungan Klambu

Terletak di desa Klambu kecamatan Klambu 11 km disebelah barat daya dari kota Purwodadi

Waduk klambu merupakan bendungan besar tempat bertemunya dua sungai besar yaitu sungai Serang dan sungai Lusi itu mempunyai luas oncoran yang terdiri dari klambu bagian kanan yang mengairi sawah seluas 17.288 hektar yang menjangkau kabupaten Grobogan,Kudus dan Pati.
Kemudian klambu bagian Kiri mengairi sawah seluas 21.457 hektar di wilayah kabupaten Demak dan Kudus.serta klambu juana melalui pompa air Tambakromo yang mengairi persawahan seluas 9.970 hektar yang menjangkau kabupaten Pati dan Rembang.Bendung Klambu ini selain untuk irigasi persawahan juga buntuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kekuatan 1.2MW serta di gunakan untuk sumber air Minum untuk masyarakat kota Semarang dan sekitarnya yang di ambil melalui pipa dalam tanah sepanjang 45 kilometer dengan kapasitas debit air 1.500 Liter/detik.

Bledug Kuwu


Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur (mud volcano) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.


Geologi
Secara geologi, kawah lumpur Kuwu, sebagaimana kawah lumpur lainnya, adalah aktivitas pelepasan gas dari dalam teras bumi. Gas ini biasanya adalah metana. Kuwu adalah satu-satunya yang berlokasi di Jawa Tengah. Letupan-letupan lumpur yang terjadi biasanya membawa pula larutan kaya mineral dari bagian bawah lumpur ke atas. Banjir lumpur panas Sidoarjo juga diakibatkan oleh kawah lumpur, meskipun untuk yang terakhir ini tingkat aktivitasnya lebih tinggi.


Kandungan garam
Ladang garam di sekitar kawah lumpur. Lumpur dari kawah ini airnya mengandung garam, oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk dipakai sebagai bahan pembuat garam bleng (IPA: /bləng/) secara tradisional. Caranya adalah dengan menampung air dari bledug itu ke dalam glagah (batang bambu yang dibelah menjadi dua), lalu dikeringkan.


Legenda
Menurut cerita turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat setempat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anaknya Raden Aji Saka.

BSB Semarang

Terletak di jalan Semarang-Boja, tepatnya di kompleks perumahan Bukit Semarang Baru (BSB), Ngalian. Cukup luas, di sebelahnya terdapat pepohonan karet, dengan pemandangan perbukitan. Tiap hari Minggu atau akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi orang-orang yang sengaja mau jalan-jalan, atau rombongan keluarga maupun muda-mudi yang ingin mencari tempat yang romantis untuk berduaan.

Upacara Tedak Siti / turun-Tanah


Bagi orang tua, kelahiran seorang anak, baik pria maupun wanita adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Semenjak didalam kandungan hingga kelahirannya, setiap orang tua selalu berharap agar kelak anak tersebut menjadi manusia yang berguna bagi Nusa Bangsa dan Agamanya.
Pengharapan orang tua kepada anaknya tersebut diwujudkan dalam bentuk upacara adat (adat Jawa) yang dimulai sejak bayi masih dalam kandungan Ibunya, hingga anak tersebut lahir. Salah satu bentuk perwujudannya adalah dengan Upacara Tedak Siti - Turun Tanah ketika anak sudah berusia 7 bulan.
Upacara Tedak Siti itu sendiri memberi arti bahwa agar kelak anak tersebut setelah dewasa nanti kuat dan mampu berdiri sendiri dalam menempuh kehidupan yang penuh tentangan, untuk mencapai cita citanya

Rangkaian jalannya upacara :
Bayi dimandikan Banyu Gege – Air yang telah dijemur dibawah terik matahari. Banyu gege ditabur bunga talon sebagai symbol dari budi pekerti yang halus, kebijaksanaan dan keduniawian. Banyu gege le ndang gede – Sang bayi lekas besar

Bayi dimandikan oleh Ibu didampingi nenek dan penata acara (MC).Setelah berpakaian dilanjutkan dengan prosesi menginjak tanah.
Kaki bayi diinjakan di tanah lalu diinjakkan pada juadah – ketan yang bewarna hitam, merah, kuning, hijau, putih. Semua warna mewakili nafsu manusia.

Bayi dipanjatkan pada tangga yang terbuat dari tebu, melambangkan mangalahkan nafsu duniawi sehingga mencapai puncak kehidupan yang didasari Anteping Kelabu - hati yang mantap.
Bayi kemudian dimasukkan kedalam kurungan yang telah diisi dengan berbagai macam benda seperti mainan, uang, buku, perhiasan, dll. Benda-benda tersebut memberikan symbol profesi atau mata pencaharian sang bayi kelak bila telah dewasa, hal ini dapat ditentukan setelah sang bayi telah mengambil benda yang dipilihnya.
Ada pula beberapa pendukung acara berupa sesajen. Sesajen ini merupakan sarana keselamatan sang bayi, terdiri dari :
Tampah berisi jajanan pasar yang isinya bermacam jajanan pasar : buah buahan, pala gumantung - buah menggantung, pala kependem - buah didalam tanah, pala kesimpar - buah diatas tanah, umbi umbian. 

Melambangkan kesejahteraan Ibu Pertiwi.
Tumpeng janganan, sesaji ini mengingatkan kepada saudara yang tak terlihat dari sang bayi, lazim disebut Kakang kawah adi ari ari
Umbul umbul dikanan dan kiri agar martabat sang bayi memumbung katas. Diakhiri dengan kidungan atau puji pujian yang merupakan pengharapan orang tuanya pada masa depan si bayi.


Akikah Quinsha dan Pencukuran Rambut


Dalam masyarakat Islam, tradisi upacara Akikah Anak biasanya dihubungkan dengan upacara pencukuran rambut dan penamaan anak. Hal tersebut didasarkan pada hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh at-Tirmizi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Hasan dari Samurah yang artinya: “ Setiap anak tergadai dengan akikahnya. Pada hari ketujuh ia disembelihkan akikah/Kambing Akikah itu, rambutnya dicukur, dan diberi nama.” Upacara tersebut merupakan reaksi Islam terhadap tradiri Jahiliah. Sebelum Islam datang, setiap kepala anak yang baru lahir biasa dinodai dengan darah binatang sembelihan, kemudian kebiasaan ini dibatalkan oleh Islam dan diganti dengan Aqiqah Anak.

Hikmah-hikmah Akikah :
Qurban Akikah Merupakan kurban yang mendekatkan anak kepada Allah swt sejak masa awal menghirup udara kehidupan.

Qurban Akikah Merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat pada hari akhir kepada kedua orang tuanya.

Akikah Anak Mengokohkan tali persaudaraan dan kecintaan di antara warga masyarakat dengan berkumpul di satu tempat dalam menyembut kehadiran anak yang baru lahir.

Qurban Aqiqah Merupakan sarana yang dapat merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat, misalnya dengan adanya Daging Akikah/Kambing Akikah yang dikirim kepada fakir miskin.


HP Mati

http://forum.djawir.com/k-touch-105/tolong-k-touch-h888-matot-84456/

Senin, 20 Februari 2012

Video Quinsha Zahra Almira

My Baby Slideshow: Quinsha’s trip from Solo, Jawa, Indonesia to Semarang was created by TripAdvisor. See another Semarang slideshow. Create a free slideshow with music from your travel photos.

Template by:

Free Blog Templates